PADANG – Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Padang kembali menunjukkan aksi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan pasca-bencana. Sebanyak 19 orang delegasi Kwarcab Padang yang terdiri dari anggota Penggalang, Penegak, Pandega, serta 1 orang Pembinamendampingi peserta, mereka turun langsung membumikan gerakan penghijauan dalam acara "Penanaman Bibit Pohon pada Sempadan Sungai Batang Kuranji dan Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026".
Kegiatan kolaborasi yang diinisiasi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sumatra Barat ini dipusatkan di kawasan Hutan Kota Malvinas, Nanggalo, Kota Padang, pada hari Jumat (12/6/2026) yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB.
Keterlibatan lintas golongan dari Gerakan Pramuka ini menjadi energi penggerak tersendiri. Sebagai penanda dimulainya aksi ekologis ini, pihak penyelenggara menyerahkan bibit pohon secara simbolis yang diterima langsung oleh Kak Rahma, perwakilan dari Dewan Kerja Cabang (DKC) Kota Padang.
Secara keseluruhan, terdapat 1.000 bibit pohon produktif dan pelindung yang ditanam di sepanjang kawasan sempadan sungai pada hari ini. Rincian bibit yang ditanam meliputi:
Kelapa: 300 batang
Durian: 200 batang
Ketapang: 100 batang
Gaharu: 100 batang
Matoa: 80 batang
Keluarga Mangga: Mangga biasa (50 batang), Mangga Madu (40 batang), dan Mangga Mahatir (20 batang)
Bayur: 50 batang
Keluarga Jambu & Rambutan: Jambu Madu (20 batang), Jambu Kristal (20 batang), serta Rambutan Aceh (20 batang)
Aksi penanaman ribuan pohon ini merupakan respon darurat sekaligus langkah reboisasi dan mitigasi konkret atas dampak banjir besar yang sempat melumpuhkan sebagian wilayah Kota Padang beberapa waktu lalu. Kehadiran para pramuka dan rimbanya pepohonan baru ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan kawasan yang terdampak.
Melalui sinergi anggota Kwarcab Padang bersama pemerintah daerah, 1.000 bibit pohon yang kini mengakar di sempadan Sungai Batang Kuranji diproyeksikan tumbuh menjadi area endapan dan resapan air hujan yang kuat. Ke depan, kawasan Hutan Kota Malvinas ditargetkan mampu kembali berfungsi optimal sebagai benteng ekologis alami yang kokoh dalam mencegah dan menanggulangi bencana banjir di Kota Padang